Step Pertama : pastinya kita install lewat add or remove program,
kemudian add componen. sudah pada tau kan carana menambahkan komponen
dari windows
, kalo belum bisa silahkan di tanya ya… hehe dalam proses ini tidak ada
perlakuan husus, lakukan sebagaimana biasanya. centang pada Remote
Instalation Service kemudian Next hingga Finish , setelah finish
biasanya minta di restart komputernya. silahkan di restart



2. Step ke 2 : jika proses pertama sudah selesai tanpa ada kendala, maka setelah restart kita akan melanjutkan pada proses berikutnya yaitu konfigurasi pada RIS. caranya silahkan klik pada Start windows kemudian cari “Remote Instalation Service seperti tampak pada gambar dibawah ini :

3. Step ke 3 : lanjutkan proses konfigurasi, klik NEXT

setelah next anda akan menemukan PATH, untuk menentukan dimana kita akan menyimpan source DVD image untuk nantinya akan di distribusikan pada user atau clien yang akan meng install OS tersebut.

Klik YES jika kita yakin bahwa folder yang barusan kita buat sudah ada sebelumnya. oia nama folder “RemoteInstall” adalah default dari sistem tinggal kita pindahkan saja drivenya jika tidak mau sama dengan default sistem. karena sistem akan mengarahkan pada drive “C:\”. silahkan ganti namanya jika anda ingin merubahnya.

Centang pada bagian “Respond to client computers requesting service” hal ini berguna jika ada user atau client me requst untuk instalasi OS yang ada pada server langsung di respon oleh server tersebut.
kemudian
masukkan PATH dimana kita menyimpan master CD/DVD untuk selanjutkan
kita akan copy pada server untuk dijadikan source instalasi by network.
disini saya memiliki master CD/DVD pada drive D:\
Jika
Master CD/DVD nya sudah terbaca maka sistem akan langsung mengenali
CD/DVD apa yang sedang di Load. disini saya menggunakan CD/DVD Windows.
klik NEXT


berikutnya kita akan diberikan tampilan “Review Setting” silahkan dibaca-baca dulu apa saja yang sudah di setting sebelum kita klik “finish”. hal ini sangat penting agar kita tau apa saja yang sudah dilakukan pada settingan diawal tadi. jika sudah OK maka silahkan klik “finish”

dibawah ini adalah tampilan proses copy dari master CD yang kemudian akan disimpan pada server. klik “DONE” jika sudah selesai


4. Step ke 4 : lanjut pada bagian konfigurasi berikutnya, masuk pada “active directory and computers” kemudian klik kanan pada domain controller dan klik properties.

5. Step ke 5 : klik pada Tab “Remote Install” kemudian “Advance Settings”

6. Step ke 6 : klik pada bagian “customize”, pada bagian ini kita akan setting penamaan yang nantinya akan digunakan pada user atau clien. jika tidak ingin ada perubahan pada pemanaa tidak usah dilakukan ya
Perhatikan
pada format penamaan yang sudah ada, contohnya adalah jika kita akan
membuat format penamaa komputer atau laptop clien dengan nama
“username1” maka penulisan pada format adalah username%# yang
artinya %# adalah format bilangan yang akan digunakan. dan jika ingin
menambahkan 0 (nol) pada angka yang akan digunakan maka silahkan
tambahkan 0 (nol) sebelum %#. format no disini ada dimulai dari angka 1
dan seterusnya. contohnya adalah username1 dst. jika dirasa sudah OK.
silahkan di klik “OK”
lanjutkan dengan setting pada TAB “Images”. perhatikan langkahnya. diusahakan jangan sampai ada yang terlewatkan.


pada gambar diatas menerangkan bahwa kita akan menggunakan “images” yang berada pada lokasi alternatif. artinya kita tidak menyimpan “images” tersebut pada lokasi default sistem. pilihan pertama adalah jika kita ingin menggunakan “sample image” yang telah disediakan oleh server. pilihan kedua adalah jika kita ingin menggunakan images yang disediakan oleh server RIS yang lain. sudah jelas ? pasti ya
klik browse dan arahkan dimana kita menyimpan images tadi. perhatikan nama filenya. jika sudah OK klik NEXT


Perhatikan kembali hasil “setting” yang sudah dilakukan. jika dirasa sudah OK silahkan klik finish.

setting settingan sudah selesai, tinggal kita coba hasilnya. sebelumnya mari diverifikasi dulu server yang kita buat


7. Step ke 7 : catatan penting untuk tester server RIS ini adalah diwajibkan untuk sudah install dan sudah di setting DNS dan DHCP, karena nantinya user akan mendapatkan IP secara otomatis dari server DHCP tersebut. jika sudah ready semuanya maka lanjutkan dengan mempersiapkan PC atau laptop yang akan dijadikan sasaran untuk kelinci percobaan RIS hehehe… pastikan PC atau laptop tersebut bisa boot melalui network. silahkan cek pada konfigurasi BIOS nya. jika sudah dibuat boot melalui network lanjutkan dengan mencolokkan kabel jaringan yang terkoneksi pada server. untuk boot ke jaringan atau network biasanya anda dianjurkan untuk menekan F12. atau ada tombol lain yang disarankan tergantung dari merek yang anda gunakan. jika berhasil booting maka tampilannya akan seperti ini :

gambar diatas menandakan bahwa kita sudah berhasil untuk membuat RIS, dengan adanya welcome screen seperti diatas maka harusnya sudah tidak ada kendala lagi dalam proses instalasi. tinggal dilanjutkan dengan klik “enter” untuk memulai instalasi. lakukan sebagaimana instalasi biasanya
jika step by stepnya tidak ada yang terlewatkan maka hasilnya akan seperti ini :




2. Step ke 2 : jika proses pertama sudah selesai tanpa ada kendala, maka setelah restart kita akan melanjutkan pada proses berikutnya yaitu konfigurasi pada RIS. caranya silahkan klik pada Start windows kemudian cari “Remote Instalation Service seperti tampak pada gambar dibawah ini :

3. Step ke 3 : lanjutkan proses konfigurasi, klik NEXT

setelah next anda akan menemukan PATH, untuk menentukan dimana kita akan menyimpan source DVD image untuk nantinya akan di distribusikan pada user atau clien yang akan meng install OS tersebut.

Klik YES jika kita yakin bahwa folder yang barusan kita buat sudah ada sebelumnya. oia nama folder “RemoteInstall” adalah default dari sistem tinggal kita pindahkan saja drivenya jika tidak mau sama dengan default sistem. karena sistem akan mengarahkan pada drive “C:\”. silahkan ganti namanya jika anda ingin merubahnya.

Centang pada bagian “Respond to client computers requesting service” hal ini berguna jika ada user atau client me requst untuk instalasi OS yang ada pada server langsung di respon oleh server tersebut.
kemudian
masukkan PATH dimana kita menyimpan master CD/DVD untuk selanjutkan
kita akan copy pada server untuk dijadikan source instalasi by network.
disini saya memiliki master CD/DVD pada drive D:\
Jika
Master CD/DVD nya sudah terbaca maka sistem akan langsung mengenali
CD/DVD apa yang sedang di Load. disini saya menggunakan CD/DVD Windows.
klik NEXT

berikutnya kita akan diberikan tampilan “Review Setting” silahkan dibaca-baca dulu apa saja yang sudah di setting sebelum kita klik “finish”. hal ini sangat penting agar kita tau apa saja yang sudah dilakukan pada settingan diawal tadi. jika sudah OK maka silahkan klik “finish”

dibawah ini adalah tampilan proses copy dari master CD yang kemudian akan disimpan pada server. klik “DONE” jika sudah selesai


4. Step ke 4 : lanjut pada bagian konfigurasi berikutnya, masuk pada “active directory and computers” kemudian klik kanan pada domain controller dan klik properties.

5. Step ke 5 : klik pada Tab “Remote Install” kemudian “Advance Settings”

6. Step ke 6 : klik pada bagian “customize”, pada bagian ini kita akan setting penamaan yang nantinya akan digunakan pada user atau clien. jika tidak ingin ada perubahan pada pemanaa tidak usah dilakukan ya
Perhatikan
pada format penamaan yang sudah ada, contohnya adalah jika kita akan
membuat format penamaa komputer atau laptop clien dengan nama
“username1” maka penulisan pada format adalah username%# yang
artinya %# adalah format bilangan yang akan digunakan. dan jika ingin
menambahkan 0 (nol) pada angka yang akan digunakan maka silahkan
tambahkan 0 (nol) sebelum %#. format no disini ada dimulai dari angka 1
dan seterusnya. contohnya adalah username1 dst. jika dirasa sudah OK.
silahkan di klik “OK”
lanjutkan dengan setting pada TAB “Images”. perhatikan langkahnya. diusahakan jangan sampai ada yang terlewatkan.

pada gambar diatas menerangkan bahwa kita akan menggunakan “images” yang berada pada lokasi alternatif. artinya kita tidak menyimpan “images” tersebut pada lokasi default sistem. pilihan pertama adalah jika kita ingin menggunakan “sample image” yang telah disediakan oleh server. pilihan kedua adalah jika kita ingin menggunakan images yang disediakan oleh server RIS yang lain. sudah jelas ? pasti ya
klik browse dan arahkan dimana kita menyimpan images tadi. perhatikan nama filenya. jika sudah OK klik NEXT


Perhatikan kembali hasil “setting” yang sudah dilakukan. jika dirasa sudah OK silahkan klik finish.

setting settingan sudah selesai, tinggal kita coba hasilnya. sebelumnya mari diverifikasi dulu server yang kita buat


7. Step ke 7 : catatan penting untuk tester server RIS ini adalah diwajibkan untuk sudah install dan sudah di setting DNS dan DHCP, karena nantinya user akan mendapatkan IP secara otomatis dari server DHCP tersebut. jika sudah ready semuanya maka lanjutkan dengan mempersiapkan PC atau laptop yang akan dijadikan sasaran untuk kelinci percobaan RIS hehehe… pastikan PC atau laptop tersebut bisa boot melalui network. silahkan cek pada konfigurasi BIOS nya. jika sudah dibuat boot melalui network lanjutkan dengan mencolokkan kabel jaringan yang terkoneksi pada server. untuk boot ke jaringan atau network biasanya anda dianjurkan untuk menekan F12. atau ada tombol lain yang disarankan tergantung dari merek yang anda gunakan. jika berhasil booting maka tampilannya akan seperti ini :

gambar diatas menandakan bahwa kita sudah berhasil untuk membuat RIS, dengan adanya welcome screen seperti diatas maka harusnya sudah tidak ada kendala lagi dalam proses instalasi. tinggal dilanjutkan dengan klik “enter” untuk memulai instalasi. lakukan sebagaimana instalasi biasanya
jika step by stepnya tidak ada yang terlewatkan maka hasilnya akan seperti ini :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar